Sepeda Dapat Prioritas Malam Tahun Baru
TEMPO Interaktif,
Yogyakarta - Kawasan Malioboro akan ditutup bagi kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat pada mal
am tahun baru 2010 mendatang.
Hanya saja, bagi pengendara sepeda onthel atau kayuh tetap diperbolehkan masuk. Bahkan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto menjamin bahwa para pengendara sepeda akan mendapat priorotas utama dalam berkendara pada malam perayaan tahun baru itu. “Pengendara sepeda (kayuh) menjadi warga negara kelas satu pada malam tahun baru,” kata Herry di Balaikota, Senin (28/12).
Rencananya, Herry bersama pejabat lainnya serta 114 komunitas sepeda dan warga Yogyakarta akan melakukan konvoi sepeda dari Balaikota menuju Malioboro pada pukul 21.30 WIB dan berakhir di titik nol pada pukul 00.00 WIB. Konvoi sepeda dengan mengkampanyekan “Sego Segawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe) Go Green” tersebut akan mengusung tema “Midnight Year Bike Ride”.
“Diperkirakan ada sekitar 5.000 pengendara sepeda yang ikut, jadi nanti bunyinya kring kring, bukan reng reng,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yulia Rustianingsih.
Sementara itu, Menurut Kepala Seksi Pemulihan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Pieter Lawoasal menegaskan, bahwa dampak adanya 5.000 pengendara sepeda pada malam tahun baru akan mengurangi tingkat polusi debu di kawasan Malioboro. Ambang batas debu di kawasan tersebut mencapai 200 ppm tiap harinya, sedangkan karbondioksida mencapai 0,26 ppm. “Kalau 5.000 warga naik sepeda di Malioboro, paling tidak mengurangi tingkat polusi debu dan CO2 sebesar 75 persen,” kata Pieter.
Hanya saja, diakui Pieter, polusi suara tidak bisa dihindari pada malam tahun baru. Sedangkan bagi pengendara sepeda motor maupun mobil dapat memarkirkan kendaraannya di Taman Parkir Pabean maupun Alun-alun Utara.
